PKBM

BAB  I  PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memiliki posisi penting dalam penyelenggaraan pendidikan non formal terbukti dengan telah dimasukkannya PKBM sebagai salah satu satuan pendidikan non formal dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sebagaimana diketahui bahwa PKBM adalah wadah penyelenggaraan berbagai program pendidikan non formal  yang dibentuk dan diselenggarakan oleh masyarakat untuk membelajarkan masyarakat di lingkungannya. Selama ini PKBM sudah berkembang walaupun secara kuantitas masih kecil bila dibandingkan dengan luasnya wilayah yang harus dijangkau. Karena pada prinsipnya satu PKBM memiliki wilayah satu desa atau kelurahan. Dengan demikian diharapkan ruang lingkup PNF yang sangat beragam, sasaran yang besar dan bervariasi serta sikap dan sifat sasaran  PNF yang membutuhkan penanganan khusus dapat terlayani.
PKBM merupakan lembaga yang dapat memberikan akses pendidikan sehingga kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan semakin luas.
PKBM yang ada sekarang sudah dapat menunjukkan fungsinya memenuhi kebutuhan masyarakat  namun karena keterbatasan para pengelola tidak jarang PKBM yang sudah berjalan justru tidak bisa beroperasi terus secara maksimal bahkan tragisnya banyak pula berhenti beroperasi.
Salah satu hal yang masih dirasakan selama ini adalah lemahnya manajemen dan pengelolaan program Pendidikan Kesetaraan yang  diterapkan di PKBM.

Untuk itu harus ada upaya pengembangan, penguatan dalam meyelenggarakan program Pendidikan Kesetaraan dengan menggerakkan daya dukung dari semua potensi yang ada agar penyelenggaraan pendidikan kesetaraan dapat eksis dan semakin berkembang dan lulusannya benar-benar berkualitas.Sehubungan dengan hal tersebut diatas,  BPPNFI Regional I tahun 2007 melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan PKBM melalui Rintisan PKBM Pembina terutama untuk Pendidikan Kesetaraan. PKBM Pembina diharapkan dapat terbentuk minimal 1 (satu) lembaga di di Setiap kabupaten/kota sehingga dapat dijadikan contoh tauladan bagi PKBM lainnya yang berada di Kab/Kota tersebut baik dari segi managemen dan penyelenggaraan  program Pendidikan Kesetaraan. Untuk mendukung pelaksanaan PKBM Pembina tersebut salah satu kebijakan yang ditempuh dengan menyalurkan sejumlah dana Rintisan kepada PKBM Pembina. Agar pengelolaan dana tersebut dapat terlaksanan dengan lancar dan memberikan hasil yang baik maka perlu disusun pedoman agar para pelaksana di lapangan dapat dengan segera memulai perencanaan kegiatan dan mengelola program yang diselenggarakan sesuai dengan acuan  yang ada.

B.Dasar
1.Undang-undang Republik Indonesia Nomor : 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2.Surat Keputusan Mendiknas No. 28  tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal (BP-PNFI) .
3.Surat Keputusan Mendiknas No. 41 tahun 2003 tentang Perincian tugas BP-PLSP.
4.Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

C.Tujuan
1. Tujuan Pedoman
Tujuan pedoman ini adalah untuk memberikan informasi bagi calon penerima block grant Rintisan PKBM Pembina dan stakeholder terkait tentang program pemberian dana block grant ini sekaligus sebagai panduan untuk mendapatkannya dan mempertanggung jawabkannya.
2.  Tujuan Pemberian Dana Blok Grant
a.  memberikan motivasi kepada PKBM untuk meningkatkan kinerjanya dalam rangka pelayanan pendidikan non formal dan informal di masyarakat terutama dalam penyelenggaraan program Pendidikan Kesetaraan
b.  Memberikan apresiasi kepada PKBM terbaik dalam penyelenggaraan
Pendidikan Kesetaraan untuk lebih maju lagi
c.Mendorong lebih berfungsinya PKBM Pembina dalam meningkatkan
dan menperluas akses pendidikan Kesetaraan  yang dapat      dijadikan  contoh oleh PKBM atau satuan pendidikan lainnya  yang      ada di  Kab/Kotanya.
D.Lembaga Penyelenggara Program
Penerima bantuan ini adalah PKBM yang terpilih menjadi PKBM  Pembina.
Kriteria PKBM Pembina adalah  sebagai berikut:
1.  Ditinjau dari Sarana Prasarana
a.Gedung miliki Sendiri
b.Ruang belajar minimal ada 3 (tiga) ruangan yang layak sebagai
ruang  belajar
c.Memiliki ruang seketariat/Pengelola
d.Memiliki ruang tamu
e.Memiliki mobiler yang memadai (meja, kursi, lemari dll)
f.Memiliki komputer dan mesin tik
g.Memiliki kamar mandi dan WC/MCK
h.Memiliki jaringan listrik dan air bersih
2.Ditinjau dari Identitas dan Legalitas PKBM
a.Memiliki papan nama yang standar (minimal 1x 2 m)
b.Memiliki struktur organisasi
c.Memiliki izin operasional dari Dinas Pendidikan setempat
d.Memiliki Akte Pendirian
e.Ada nomor rekening lembaga
f.Ada NPWP lembaga
3.Ditinjau dari Program
a.minimal memiliki 3 jenis program
b.Telah melaksanakan program PNF terutama program Pendidikan Kesetaraan  minimal 3 tahun tanpa henti
c.Telah meluluskan warga belajar Pendidikan Kesetaraaan minimal 2 (dua) kali
d.Angka Kelulusan Warga Belajar  Pendidikan Kesetaraan dua tahun terakhir minimal  80 %
e.Menerapkan model-model pembelajaran Pendidikan Kesetaraan
f.Mempunyai mitra kerja dibuktikan dengan MOU

4.Ditinjau dari Ketenagaan
a.Memiliki kepengurusan PKBM dilengkapan dengan rincian tugas dan tanggungjawab yang jelas, jumlah pengurus/pengelola PKBM minimal 4 orang
b.Memiliki Data Tutor setiap program dibuktikan dengan SK.
c.Memiliki data sasaran program pembelajaran/pelatihan PNF sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
d.Memiliki nara sumber teknis

5.Ditinjau dari Administrasi
a.Memiliki Papan struktur organisasi dan nama pengurus
b.Memiliki Daftar perincian tugas masing-masing pengurus/pengelola
c.Memiliki Anggaran Dasar (AD)
d.Memiliki Anggaran Rumah Tangga (ART)
e.Memiliki Stempel PKBM
f.Memiliki Daftar nama tutor/tenaga pendidik/fasilitator/nara sumber keterampilan
g.Memiliki Daftar rencana kegiatan (tahunan)
h.Memiliki Daftar hadir pengurus pengelola dan tutor/tenaga pendidik/fasilitator/nara sumber keterampilan
i.Memiliki Jadwal pembelajaran/pelatihan setiap program kegiatan
j.Memiliki File notulen rapat atau hasil kesepakatan dari setiap pertemuan
k.Memiliki Buku Tamu
l.Memiliki Buku Agenda
m.Memiliki Buku Ekspedisi
n.Memiliki Buku Notulen Rapat
o.Memiliki Buku induk warga belajar per masing-masing program
p.Memiliki Buku absensi warga belajar dari setiap jenjang program
q.Memiliki Buku catatan keuangan
r.Memiliki Buku Induk Barang/Inventaris
s.Memiliki Buku penilaian warga belajar
t.Memiliki Buku modul sesuai program

E.Besar Dana Bantuan
Dana Bantuan Langsung (Block Grant) Program Rintisan PKBM Pembina bersumber dari DIPA BPPNFI T.A 2008  sebesar Rp. 50.000.000/PKBM Pembina ,- (Lima puluh juta rupah).  Untuk Tahun 2008 ini disediakan dana untuk 8 (Delapan) PKBM Pembina di Wilayah kerja BP-PNFI    Regional I.
Dana Rintisan  PKBM Pembina ini digunakan untuk kegiatan  sebagai berikut :
1.  Administrasi Umum/dukungan managemen    : Max    10 %
(dialokasikan untuk, kegiatan koordinasi/konsultasi, monitoring dan
Pembinaan, pembuatan laporan serta ATK Pengelolaan dana bantuan
2.  Peningkatan sarana prasarana             : Max  15 %
( dialokasikan untuk penambahan sarana dan prasarana untuk PBM
Pendidikan Kesetaraaan, pengadaan dan penggandaan modul, media
atau sarana belajar lainnya )
3.Kegiatan PKBM Pembina                : Max  75 %
(dialokasikan untuk penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan dengan penerapan berbagai model pembelajaran pendidikan kesetaraan)

BAB  II
PROSEDUR PENYUSUNAN DAN PENGAJUAN PROPOSAL

A.Penyusunan Proposal
Untuk memperoleh Bantuan, PKBM Pembina wajib menyusun proposal minimal memuat :
1.  Halamam Muka/Cover Proposal
Halaman cover berisi judul proposal yang jelas dan fokus (diajukan kepada siapa dan untuk tujuan apa; nama dan alamat lembaga lengkap dengan kode pos, nomor telepon serta nomor fax)
2.Lembar Pengesahan
Ditanda tangani oleh kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dimana PKBM Pembina berada dan diketahui oleh Kepala BPKB.
3.   Sistematika Proposal
Kata pengantar
Daftar isi
BAB    I :   PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
B.Dasar
C.Tujuan
BAB  II :   Profil PKBM
A.Visi dan Misi
B.Kegiatan yang telah dilaksankanakan dan hasil yang sudah diperoleh
C.Struktur organisasi PKBM Pembina
D.Jumlah Tenaga Pendidik
E.Jumlah Warga Belajar yang telah di bina
F.Sumber Dana
G.Mitra Kerja
BAB III :   Rencana Kerja
a. Uraian yang jelas mengenai rencana dan program
kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2008 dari
dana block grand yang diterima lengkap dengan  jadwal
kerja
b.  Rencana Penggunaan Dana
Mengambarkan pemanfaatan dana dana block grand
untuk mendukung pelaksanaan kegiatan PKBM Pembina
dengan memperhatikan komponen pembiayaan dari
setiap target  sasaran yang akan dicapai.
BAB  IV :  Penutup
Berisikan iktisar dari isi proposal dengan maksud memperkuat hal-hal yang menjadi fokus kegiatan.
Lampiran – Lampiran
1.   Akte pendirian lembaga oleh Notaris
2.  Anggaran dasar dan Rumah tangga
3.Foto-foto kegiatan
4.Foto Copy Rekening PKBM
5.Surat Pernyataan Sanggup melaksanakan Pekerjaan/Program/keg.

B. Mekanisme Pengajuan Proposal
1.Proposal  usulan untuk memperoleh dana pemberdayaan PKBM Pembina yang telah disusun sesuai dengan petunjuk di atas dikirimkan langsung ke BPPNFI Regional I  Jln Kenanga Raya no. 64 Tanjung Sari Medan sebanyak rangkap 2 (dua) asli. Proposal sampai ke BPPNFI Regional I paling lambat akhir Mei 2008
2.Proposal yang telah diterima di BPPNFI akan didata selanjutnya disampaikan kepada Tim Penilai Proposal untuk di nilai
3.BPPNFI  Melimpahkan Kewenangan Penilaian Proposal kepada Tim Penilai Proposal
4.Proposal yang dianggap sah dan layak oleh tim penilai proposal  dan ditentukan sebagai lembaga penerima, akan diproses lebih lanjut untuk pencairan dana block grant.

BAB III
PENILAIAN PROPOSAL DAN PENETAPAN LEMBAGA

A.Tim Penilai
Tim Penilai Proposal BPPNFI dibentuk dan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan  Kepala BP-PNFI Regional I. Tim Penilai direkrut dari unsur Tim Akademisi, Kasi/ Kasubbag dan Pamong Belajar BP-PNFI Regional I

B.Mekanisme Penilaian
Proposal yang masuk di data dan selanjutnya di nilai oleh tim Penilaian
sesuai  dengan kriteria penilaian proposal yang ditentukan yang meliputi :
1.Kejelasan, kelengkapan  proposal
a.  Alasan penyelenggaraan program PKBM Pembina
b.  Tujuan penyelenggaraan Program PKBM Pembina
c.   Program Pendidikan Kesetaraan yang telah dan akan  dilaksanakan
d.   Strategi yang digunakan
e.   Sarana prasarana yang dimiliki dan dibutuhkan
f.    uraian tentang rencana penggunaan dana
g.   Rencana dan jadwal pelaksanaan kegiatan
2.Kelengkapan lampiran tentang administrasi dan data pendudukung yang dimiliki oleh lembaga dan akan dimanfaatkan untuk mendukung keberhasilan program PKBM Pembina

C.Penetapan Lembaga
Berdasarkan Hasil Penilaian, Tim Penilai akan  mengajukan daftar calon penerima block grant Rintisan PKBM Pembina kepada Kepala BP-PNFI  yang kemudian akan menetapkan lembaga penerima dana Rintisan PKBM Pembina tersebut  melalui Surat Keputusan.

D.Penyaluran Dana
Setelah proposal disetujui oleh Kepala BP-PNFI maka :
1.Semua lembaga/organisasi yang ditetapkan sebagai penerima Block grant wajib menandatangani Akad Kerjasama.
2.Akad Kerjasama dimaksud pada butir 1 ditandatangani oleh pimpinan lembaga/organisasi dengan Kepala BPPNFI Regional I.
3. Mekanisme pencairan dana dilakukan dengan pengajuan dari BP-PNFI Regional I kepada Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara (KPPN), selanjutnya KPPN menerbitkan SP2D dan mentransfer dana Block grant ke rekening lembaga/organisasi penerima

BAB  IV
PENGENDALIAN PELAKSANAAN PROGRAM

A.Pemantauan
Pemantauan dan Pembinaan merupakan suatu rangkaian kegiatan untuk memastikan kualitas pemanfaatan dana  oleh Pkbm Pembina penerima dana blok grant. Pemantauan ditujukan untuk memastikan ketepatan penerima dana, ketepatan waktu penyaluran dana dan ketepatan pemanfaatan dana sesuai dengan proposal yang telah diajukan. Hasil Pemantauan diharapkan dapat untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi sedini mungkin masalah atau penyimpangan yang terjadi.

Pemantauan selain memiliki fungsi pengawasan juga berfungsi sembagai pembina artinya pemantauan tidak hanya mencari masalah dan penyimpangan akan tetapi juga memberikan alternatif solusi mengatasi berbagai masalah dan juga upaya dalam rangka peningkatan mutu program Pendidikan Non Formal. Pemantauan dan pembinaan menjadi tanggung jawab BP-PNFI  Regional I dan Dinas Pendidikan Kab/Kota.
Pelaksanaan Pemantauan dilakukan setelah 2 (dua) bulan dana blok grant diterima oleh lembaga penerima dalam hal ini PKBM Pembina . Pemantauan dilakukan dengan berbagai cara seperti menganalisis laporan, melakukan kunjungan langsung kelapangan. Hasil pemantauan  disusun menjadi laporan tertulis dan dikirim ke BPPNFI Regional I

B.Evaluasi
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan, kelemahan yang perlu diperbaiki, kekuatan yang perlu dikembangkan dan hal-hal lain yang perlu ditindaklanjuti untuk meningkatkan keberhasilan program.  Evaluasi dilakukan setelah 3 (tiga) bulan dana blok grant diterima oleh lembaga (PKBM Pembina)  penerima atau sebulan setelah pemantauan. Sedangkan evaluasi hasil program dilaksanakan setelah selesai penyelenggaraan atau diakhir tahun. Hasil evaluasi disusun menjadi laporan tertulis dan dikirim ke BPPNFI Regional I.

C.Pelaporan
PKBM Pembina  penerima dana block grant wajib membuat laporan sebagai bukti pertanggungjawaban atas dana yang diterima. Laporan dimaksud meliputi:
1.    Laporan pelaksanaan kegiatan, sekurang-kurangnya disusun dan diajukan dalam 3 (tiga) tahap, yaitu:
a.    Pertama, pemberitahuan kesiapan melaksanakan program paling lambat 2 minggu setelah dana block grant diterima.
b.    Kedua, laporan pelaksanaan program setelah 4 (empat) bulan berikutnya
c. Ketiga, laporan akhir yaitu 8 (delapan) bulan setelah program selesai dilasanakan.

2.    Isi laporan memuat; (1) Laporan hasil pelaksanaan kegiatan yang telah dan akan ditindaklanjuti atau perkembangan program (2) Laporan pemanfaatan dana atau daya serap anggaran, (3) Hasil yang dicapai, (4) permasalahan dan kendala yang dihadapi, (5) solusi pemecahan yang dilakukan.  Sistematika Laporan terlampir.

BAB V
PENUTUP

Dengan adanya acuan ini diharapkan dapat menginformasikan dengan jelas maksud dan tujuan pemberian bantuan/block grant, mempermudah pengajuan bantuan dana sehingga pelaksanaan program rintisan PKBM dapat dilaksanakan secara efektif.

Pedoman penyaluran dan blok grant rintisan PKBM Pembina dibuat agar dipergunakan sebagai bahan acuan bagi pihakpihak yang berkepentingan baik dalam pelaksanaan maupun dalam menetapkan langkah tindak lanjut serta sebagai bahan penilaian bagi pimpinan terhadap pelaksanaan kegiatan. Dengan adanya pedoman ini diharapkan kegiatan penyaluran dana blok grant rintisan PKBM Pembina dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: