BAHAN AJAR BERWAWASAN GENDER

BAHAN AJAR BERWAWASAN GENDER

APA ITU BAHAN AJAR:

  • Bahan-bahan atau materi pelajaran yg disusun secara sistematis, yg digunakan tutor dan warga belajar dlm proses pembelajaran
  • Mengandung ciri unik dan spesifik
  • Unik, bahan ajar hanya dapat digunakan untuk audiens tertentu dlm suatu pembelajaran tertentu
  • Spesifik, isi bahan ajar dirancang sedemikian rupa hanya utk mencapai tujuan tertentu dari audiens tertentu; dan sistematika cara penyampaiannnya pun disesuaikan dgn karakteristik mata pelajaran dan warga belajar yg menggunakanya

BAHAN AJAR dikondisikan:

  • Penulisan berdasarkan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan tujuan
  • Dibuat untuk situasi pembelajaran
  • Dilengkapi dgn pedoman utk tutor dan pedoman utk warga belajar, utk memudahkan penggunaan bahan ajar
  • Banyak menggunakan definisi, contoh, analogi, parafrase, gambar dan diagram sebagai sarana utk menjelaskan suatu pengertian
  • Banyak ditunjang oleh ilustrasi (foto, gambar, garis, tabel, diagram, grafik, peta, kartun), ringkasan, dan soal-soal
  • Dibuat untuk situasi pembelajaran
  • Banyak menggunakan definisi, contoh, analogi, parafrase, gambar dan diagram sebagai sarana utk menjelaskan suatu pengertian
  • Banyak ditunjang oleh ilustrasi (foto, gambar, garis, tabel, diagram, grafik, peta, kartun), ringkasan, dan soal-soal
  • Penulisan berdasarkan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan tujuan

Bahan Ajar bisa mempengaruhi:

- Mempengaruhi Nilai
– Pandangan
– Sikap
– Perbuatan seseorang, termasuk terhadap lawan jenisnya.

Buta Gender:
tidak memahami pengertian gender  dan permasalahan gender

Bias Gender:
kondisi yang menguntungkan pada salah satu jenis kelamin yang berakibat munculnya permasalahan gender

Netral Gender:
kondisi yang tidak memihak pada salah satu jenis kelamin

Responsif gender:
kegiatan pembangunan yang sudah memperhatikan berbagai pertimbangan untuk terwujudnya kesetaraan & keadilan pada berbagai aspek kehidupan antara Laki-laki & perempuan

Indikator Kesetaraan Gender
– akses (peluang) terhadap pembangunan,
– partisipasi terhadap pembangunan,
– kontrol terhadap pembangunan dan
– manfaat pembangunan.

Bentuk-bentuk Ketimpangan gender:
– Stereotipe (pelabelan): peran gender, nilai gender.
– Sub ordinasi: status gender
– Multi beban gender

Pembagian Peran dan Jenis Pekerjaan:

  • Peran Produktif (Publik) vs Peran reproduktif vs (Domestik) Peran Sosial kemasyarakatan
  • Nilai gender: tegar, berani, nakal, kuat tenaga, dll vs lembut, kasih sayang, rapi, menjadi suri teladan.
  • Status gender: pemimpin aktif vs anggota pasif.

OBJEK ANALISIS BAHAN AJAR
– Teks
– Gambar yang memuat aktivitas, posisi dan pekerjaan

Contoh Teks Yang Bias Gender
Sub Ordinasi:
T: Pak Rahmad mempunyai seorang istri dan dua orang anak. Istrinya bernama Aisyah, dipanggil bu Rakmad. (Tim BKG, Erlangga, 2000).
Analisis:  Ibu Aisyiah Kehilangan nama asli setelah menikah

T: ….Halimah anak Pak Jafar turut membantu ibu Jafar mengepel lantai.(Tim BKG, Erlangga, 2000)
Analisis: pemilik anak adalah bapak, Ibu jafar kehilangan  nama.

T: Pada umumnya yang disebut kepala keluarga adalah Bapak. Apabila bapak sudah meninggal, maka ibulah yang menjadi kepala keluarga.(Trijono dan Sudjatmoko, Yudhistira, 2000)
Analisis: Dalam kenyataan, KK dapat saja perempuan.

Stereotipe (Peran gender)
T: Untuk menambah penghasilan keluarga, Bu   Rahmad     membuka warung di rumahnya. (Tim BKG, Erlangga, 2000
Analis: kerja perempuan dilabeli pencari nafkah tambahan.

T: Tugas Zainab setiap pagi ialah menyapu, mengepel     lantai…membersihkan tempat tidur… membantu ibu     memasak…mempersiapkan sarapan pagi… membantu ibu     mencuci piring.
Analisis: Ada pembagian peran, perempuan diorientasikan ke    peran pemeliharaan dalam keluarga.

FAKTOR-FAKTOR YG DIPERTIMBANGKAN DALAM PENYUSUNAN SUPLEMEN BAHAN AJAR
– Responsif Gender
– Kecermatan Isi
– Ketetapan Cakupan,
– Ketercernaan Uraian,
– Penggunaan Bahasa, komunikatif, menarik
– Perwajahan/Pengemasan
– Ilustrasi
– Kelengkapan Komponen

RESPONSIF GENDER

  • Apakah berbagai topik dan kerangka kurikulum serta bahan ajar bagi peserta didik memenuhi kebutuhan anak lelaki dan perempuan?
  • Apakah berbagai topik dan kerangka bahan ajar pendidik sesuai dengan kebutuhan pendidik perempuan dan lelaki?
  • Apakah penulis dan ilustrator memiliki kepekaan gender?
  • Apakah penulis dan ilustrator seimbang dari segi gender?
  • Apakah teks, bahasa, dan gambar tidak bias gender?

BAHAN AJAR RESPONSIF GENDER

  • Bahan ajar yg mengajarkan/memperlaku-kan/menggambarkan keadilan dan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dlm memperoleh akses manfaat, dan partisipasi dlm berbagai segi kehidupan serta penguasaan terhadap sumber2 teknologi, ilmu pengetahuan dan informasi
  • Bahan ajar yg menggambarkan potret perempuan dan laki2 yg dinamis dlm setting budaya yg relevan
  • Bahan ajar yg meninggalkan stereotipe gender yg keliru

Contoh Kesetaraan Gender

…Sejak SD  sampai SLTP Ridwan menduduki peringkat pertama di kelasnya. Demikian pula dengan Zainab ia selalu menduduki peringkat pertama di kelasnya.

… Ridwan dan Yusuf anak pak Rasyid dan Bu Hadijah… Pak Rasyid bekerja sebagai tutor SD. Bu Hadijah bekerja di perusahaan swasta…

…Yusuf adalah adik Lukman. Ia juga membantu bu Hadijah mencuci piring. Yusuf juga menyapu lantai….

Kesimpulan:
Laki-laki dan perempuan memang beda, tetapi tidak untuk dibeda-bedakan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: